Luncurkan Indico, Telkomsel Perkuat Industri Digital

Perusahaan operator seluler Telkomsel membentuk anak perusahaan baru yakni PT Telkomsel Ekosistem Digital, Januari lalu. Sesuai namanya, fokus dari PT Telkomsel Ekosistem Digital adalah mengembangkan portofolio bisnis Telkomsel dalam ranah digital.

Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam mengatakan pendirian PT Telkomsel Ekosistem Digital ini selaras dengan komitmen Telkomsel. Hendri menjelaskan, Telkomsel ingin terus meningkatkan kapabilitas digital yang mencakup digital connectivity, digital platform, dan digital service. Hal ini bertujuan untuk mendorong perluasan bisnis di berbagai sektor sehingga memperkuat perekonomian digital nasional.

Hendri berharap agar PT Telkomsel Ekosistem Digital dapat mendorong dan meningkatkan potensi digital anak bangsa serta membuka peluang kolaborasi bersama pelaku bisnis dan perusahaan digital terdepan sehingga semakin mematangkan kemandirian digital Indonesia.

Sejumlah nama yang memimpin PT Telkomsel Ekosistem Digital yakni Andi Kristianto (Chief Executive Officer/CEO), Andry Firdiansyah (Chief Financial Officer/CFO and Chief Human Resources Officer/CHRO), dan Lufhi K (Chief Technology Officer/CTO).

Di awal kehadirannya, PT Telkomsel Ekosistem Digital fokus pada tiga sektor industri digital yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian digital nasional. Ketiga sektor tersebut adalah edu-tech, health-tech, dan gaming.

CEO PT Telkomsel Ekosistem Digital, Andi Kristianto mengungkapkan PT Telkomsel Ekosistem Digital akan memanfaatkan aset dan kapabilitas yang berada di ekosistem Telkomsel dalam segala aspek untuk menjalankan bisnis kedepannya. 

Berselang dua bulan kemudian, melalui sebuah acara daring pada hari Kamis (10/03/2022), anak perusahaan Telkomsel tersebut meresmikan nama merek “Indico” sebagai identitas perusahaannya.

Andi Kristianto menjelaskan, nama Indico merupakan kependekan dari Indonesia Digital Ecosystem. Brand ini memiliki makna bahwa Telkomsel melihat Indonesia sebagai pasar yang besar dengan potensi yang juga besar, sehingga Telkomsel memanfaatkan tools digital untuk terhubung dengan ekosistem digital Indonesia.

Menurut Andi, aset dan kapabilitas yang dimiliki Telkomsel saat ini tidak hanya terbatas untuk bisnis telekomunikasi, melainkan juga bisa dimanfaatkan untuk bisnis vertikal di sektor digital yang merupakan fokus awal dari PT Telkomsel Ekosistem Digital yakni edu-tech, health-tech, dan gaming.

Indico nantinya akan menaungi bisnis digital Telkomsel di ketiga sektor tersebut, yaitu Kuncie, Fita, dan Majamojo.

Yang pertama yaitu PT Kuncie Pintar Nusantara atau yang dikenal dengan aplikasi Kuncie. Kuncie merupakan platform yang menyediakan video edukasi bagi masyarakat Indonesia. Aplikasi tersebut diluncurkan Telkomsel pada Juli 2021. 

Kedua adalah PT Fita Sehat Nusantara yang telah diluncurkan pada November 2021 Aplikasi Fita merupakan platform manajemen kesehatan yang memberikan pengguna berbagai macam program gaya hidup sehat dengan konten-konten yang relevan. Sekarang, kedua platform digital tersebut dialihkan di bawah naungan Indico.

Majamojo sendiri merupakan bisnis digital Telkomsel yang baru diresmikan bulan Februari 2022 lalu. Majamojo adalah merek dari perusahaan patungan antara Telkomsel melalui PT Telkomsel Ekosistem Digital dan GoTo melalui PT Aplikasi Media Anak Bangsa (AMAB). Perusahaan patungan tersebut bernama PT Games Karya Nusantara.

Fokus dari Majamojo adalah pada segmen pengembangan game melalui kemitraan strategis dengan sejumlah studio game pihak ketiga. Majamojo juga akan menjadi perusahaan penerbit (publisher) game, serta membantu mendorong penerobosan dan dominasi dalam industri game lokal nasional khususnya untuk platform mobile.

Dengan menaungi ketiga platform digital tersebut, Andi berharap Indico dapat memanfaatkan aset dan kapabilitas Telkomsel sehingga mampu berinovasi dan semakin maju bersama para inovator lainnya.

XL Axiata Akan Matikan Layanan 3G pada Akhir Maret 2022

Sebagai tindak lanjut dari himbauan Kementerian Komunikasi dan Informasi, XL Axiata telah mengungkapkan rencananya untuk mematikan sinyal 4G pada Januari lalu. Saat ini proses tersebut tengah dijalankan oleh perusahaan. Keputusan penghentian layanan 3G XL ini disampaikan Director & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa.

Tercatat 5.000 BTS 3G milik XL Axiata saat ini sudah dimatikan. Proses shutdown layanan 3G juga dilakukan setiap hari, sehingga jumlah tersebut akan bertambah setiap harinya. XL menargetkan seluruh layanan 3G akan mati pada penghujung Maret 2022 mendatang.

Gede memaparkan, penambahan BTS yang dimatikan sekitar 1.000 tiap harinya. Menurutnya, XL Axiata telah mematikan layanan 3G di 22 kota pada tahun 2021 lalu dengan jumlah total 22.000 BTS 3G yang dimatikan dan dialihfungsikan menjadi BTS 4G. Hal itu diungkapkannya dalam Outlook Network XL Axiata yang digelar secara virtual pada Kamis, 24 Februari 2022.

Menurut Gede, saat ini layanan 3G lebih banyak digunakan untuk telepon, alih-alih untuk data internet. Selain itu, masyarakat sekarang lebih cenderung menggunakan layanan telepon dengan data seperti panggilan Whatsapp, dibandingkan dengan layanan telepon biasa yang menggunakan pulsa. 

Karenanya, upaya mematikan layanan 3G oleh XL bertujuan untuk memindahkan trafik 3G ke 4G. Dengan dimatikannya layanan 3G, spektrum yang sekarang digunakan 3G nantinya akan digunakan untuk memperluas layanan 4G.

Gede juga mengungkapkan, selama ini jaringan 4G hanya digunakan untuk data internet. Sementara layanan voice atau telepon diakomodasi oleh jaringan 2G dan 3G. Nantinya setelah layanan 3G dimatikan, panggilan telepon untuk pengguna XL Axiata akan ditunjang oleh fitur Voice Over LTE (VoLTE) yang disediakan oleh jaringan 4G.

Fitur VoLTE sendiri merupakan layanan panggilan suara di jaringan 4G. Untuk memaksimalkan kualitas panggilan telepon baik saat memakai pulsa maupun data, XL mendorong aktivasi fitur VoLTE tersebut. Oleh karenanya, ponsel yang digunakan oleh pengguna juga harus mendukung fitur VoLTE. Demikian juga kartu SIM yang digunakan harus mendukung jaringan 4G.

Namun mayoritas ponsel lawas belum mendukung fitur tersebut. Untuk itu, XL Axiata mendorong pabrikan ponsel untuk mengaktifkan fitur VoLTE pada berbagai ponsel mereka, termasuk untuk ponsel seri lama. Dengan demikian, diharapkan pelanggan tidak akan merasakan dampak dari dimatikannya layanan 3G XL Axiata.

Di samping itu, agar pelanggan mendapat kualitas panggilan yang optimal, XL Axiata juga bersiap untuk menyediakan jaringan yang memadai untuk menunjang panggilan suara VoLTE. Hal ini bertujuan agar pelanggan tidak merasa kehilangan layanan. 

Gede juga mengungkapkan saat ini pihak XL Axiata tengah melakukan sosialisasi kepada pelanggan 3G untuk segera beralih ke layanan jaringan 4G. Diakui Gede, pelanggan 3G XL Axiata jumlahnya masih cukup banyak. Untuk mempertahankannya, XL terus melakukan sosialisasi serta menawarkan kemudahan bagi para pelanggan 3G XL Axiata dengan menyediakan program bundling untuk pindah dari layanan 3G ke jaringan 4G.

Pada akhir 2021 tercatat jaringan 4G XL Axiata telah menjangkau 96 persen populasi Indonesia di 458 kota/kabupaten dengan lebih dari 77.000 BTS 4G. XL menargetkan tahun ini 4G bisa mencapai 100 persen dengan menambahkan 12.000 BTS 4G yang menjangkau 343 kota/kabupaten.

Langkah yang diambil XL tersebut sejalan dengan rencana Kemenkominfo yang menargetkan jaringan 4G dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia pada akhir 2022, serta menghapus layanan 3G milik operator seluler paling cepat pada 2023.

 

India Bersiap Buat OS Smartphone Sendiri

Pemerintah India sedang bersiap membuat kebijakan untuk industri elektronik agar menciptakan sistem operasi (OS) baru untuk smartphone, yang akan menjadi alternatif dari Android Google dan iOS Apple.

Sebagai informasi, India merupakan salah satu negara dengan market ponsel terbesar di dunia. Pada tahun 2021, pasar smartphone India membuat pemulihan ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan sebesar 12% dari tahun sebelumnya. Pembuat merek smartphone China membuat rekor penjualan sebesar 162 juta perangkat habis terjual di India tahun lalu, serta mendominasi lima tempat teratas pada 2021. Xiaomi memimpin di peringkat pertama, sementara peringkat kedua diduduki oleh Samsung asal Korea Selatan, selanjutnya disusul oleh Vivo di peringkat ketiga, Realme di urutan keempat, dan Oppo di posisi kelima. 

Saat ini dunia smartphone memang dikuasai oleh Android dan iOS. Namun tampaknya pemerintah India melihat celah untuk masuk ke dalam kompetisi kedua OS tersebut, seperti yang telah dibuktikan dengan kemunculan Harmony OS dari Huawei.

Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi India, Rajeev Chandrasekhar mengatakan, saat ini pemerintah India tengah berdiskusi dengan banyak pihak untuk memantau kebijakan tersebut. Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kemampuan startup dan institusi akademik di wilayah India yang siap untuk membuat OS baru langsung dari India. Menurutnya saat ini yang terpenting adalah adanya tujuan yang jelas. Setelah itu semua kebijakan dan tindakan akan konsisten dengan tujuan tersebut.

Salah satunya adalah India ingin meningkatkan produksi elektronik di negaranya secara signifikan. Saat ini produksi smartphone di India sebesar $75 miliar. Rencananya, India akan meningkatkannya sampai ke level $300 miliar pada tahun 2026.

Meski begitu, pemerintah India juga dihadapkan dengan resiko yang besar. Sebelumnya beberapa perusahaan raksasa teknologi telah mencoba membuat OS sendiri. Misalnya Blackberry 10 dari Blackberry, Bada OS dan Tizen dari Samsung, Windows Phone dari Microsoft, serta WebOS dari LG. Namun semuanya gagal dan tumbang di ruang smartphone. 

Satu-satunya perusahaan yang masih bertahan dengan OS buatan sendiri di luar Apple dan Google hanyalah Huawei, meskipun Harmony OS terlihat seperti Android 10 dan EMUI dengan beberapa modifikasi. Pada akhir tahun lalu, Harmony OS telah tersedia untuk lebih dari 150 juta smartphone Huawei dan Honor. Namun demikian, pembeli ponsel Huawei selalu khawatir akan tidak adanya Google Mobile Service (GMS) di perangkat tersebut. Ketiadaan GMS bukan hanya membuat pengguna tidak dapat mengakses Google Play Store, tapi juga layanan Google yang lain seperti Gmail, YouTube, Google Search, Google Maps, dan lain sebagainya.

Untuk dapat berhasil membuat OS sendiri, pemerintah India harus dapat memilih pengembang yang tepat yang memiliki minat dan bakat dalam pembuatan software sistem operasi. Mereka juga memerlukan sejumlah besar perangkat dengan OS buatannya sedemikian rupa sehingga dapat menjalankan aplikasi Android yang sama di dalamnya.

Oleh karenanya, sistem operasi smartphone buatan India di masa depan kemungkinan perlu menawarkan dukungan terhadap aplikasi Android serta dapat menggunakan Google Mobile Services (GMS). Selain itu, OS tersebut juga harus dapat berjalan dengan lancar pada perangkat keras kelas bawah untuk menjadi daya tarik bagi calon pengguna dari berbagai kalangan. Pada akhirnya, kelangsungan proyek akan sangat tergantung pada apa yang ditawarkan oleh sistem operasi nasional India dalam hal keorisinilan. Serta apakah produsen dan konsumen akan menunjukkan minat pada sistem operasi tersebut.

Merger Indosat dan Tri Resmi Efektif 4 Januari 2022

Dua perusahaan operator seluler Indonesia, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) telah mengumumkan kesepakatan merger pada September 2021 lalu. Perjanjian penggabungan bersyarat tersebut ditandatangani tanggal 16 September 2021 dan diperbarui pada 20 Desember 2021.

Penggabungan bisnis kedua perusahaan tersebut akan berlaku efektif mulai 4 Januari 2022 mendatang, di mana Indosat dan Tri akan melakukan Penandatanganan Akta Penggabungan. Tanggal efektif merger adalah setelah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia menerbitkan persetujuan atas penggabungan usaha dan penerimaan atas pemberitahuan tentang perubahan komposisi kepemilikan saham Indosat yang mencerminkan pengendalian bersama oleh CK Hutchison Indonesia dan Ooredoo South Asia. Perusahaan hasil merger tersebut akan bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk. 

Merger Indosat-Tri juga telah disetujui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang ditandai dengan diserahkannya surat persetujuan prinsip penggabungan oleh Kemenkominfo pada 8 November 2021.

Fokus awal dari perusahaan gabungan tersebut adalah terkait efisiensi jaringan. Sejumlah titik infrastruktur jaringan Indosat dan Tri yang bersinggungan akan dirampingkan dengan tujuan penghematan dalam operasional pengadaan jaringan. Efisiensi jaringan ini diklaim akan meningkatkan kemampuan Indosat Ooredoo Hutchison dalam menambah jaringan baru atau mengoptimalkan jaringan yang sudah ada.

Menurut Wakil Presiden Tri Indonesia, Danny Buldansyah, saat ini terdapat 18.000 titik di mana jaringan Indosat dan Tri saling bersinggungan. Dengan efisiensi jaringan, kelak hanya akan ada satu jaringan di satu titik untuk melayani dua produk. Selanjutnya, jaringan lain akan dibangun di wilayah yang baru. 

Danny juga mengatakan, merger Indosat dan Tri akan memberi dampak positif bagi industri, bukan hanya bagi kedua perusahaan yang bergabung. 

Dalam dokumen keterbukaan informasi merger Indosat dan Tri, manajemen Indosat menyampaikan bahwa merger tersebut bertujuan untuk menciptakan sinergi-sinergi operasional yang signifikan, sehingga memungkinkan investasi-investasi yang menguntungkan konsumen dan menghasilkan nilai bagi para pemegang saham Indosat selaku Perusahaan Penerima Penggabungan Usaha.

Saat ini jaringan 4G Tri Indonesia diketahui telah menjangkau lebih dari 37.000 desa di seluruh Indonesia. Dengan efisiensi yang dilakukan, perusahaan akan mampu menjangkau daerah baru. Penggabungan usaha ini juga akan menciptakan operator yang lebih kuat secara finansial dengan skala yang lebih besar. Dengan demikian, Indosat sebagai Perusahaan Penerima Penggabungan Usaha akan menempati posisi yang lebih baik untuk meluncurkan layanan 5G, sehingga diharapkan untuk menjadi lebih kompetitif di Indonesia.

Sementara itu, manfaat penggabungan jaringan bagi pelanggan Indosat Ooredoo adalah tersedianya layanan dengan kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih terjangkau. 

Efisiensi jaringan yang dilakukan oleh perusahaan gabungan juga akan mendukung pemerataan jaringan yang lebih cepat. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mendorong transformasi digital. 

Merger kedua perusahaan juga telah mendapat persetujuan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemegang saham pada Selasa, 28 Desember 2021. Perolehan pernyataan efektif tersebut sesuai jadwal yang disusun dalam dokumen keterbukaan informasi merger Indosat-Tri tanggal 24 Desember 2021 yang diunggah di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di hari yang sama, Indosat telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kantor Pusat Indosat. Hasil dari RUPSLB tersebut adalah persetujuan penggabungan Indosat dan Hutchison Tri Indonesia menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Rapat tersebut juga menghasilkan persetujuan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi, yang susunannya merupakan kombinasi antara Indosat Ooredoo dan Tri.

Sempat Mati Suri, Winamp Akan Rilis Kembali dengan Fitur Baru

Aplikasi pemutar media, Winamp, mungkin tidak asing bagi generasi 90an. Winamp yang pertama kali dirilis pada tahun 1997 menjadi software media player terpopuler bagi pengguna PC Windows. Karenanya tak heran jika Winamp sangat melegenda hingga pernah memiliki 80 juta pengguna aktif di seluruh dunia.

 

Induk perusahaan Winamp, yakni Nullsoft Inc, didirikan pada 1 Juni 1997. Winamp pertama kali dirilis pada tahun 1998 sebagai aplikasi berbayar dan dijual seharga 10 US Dollar. Hingga Juli 1998, Winamp telah diunduh lebih dari 3 juta kali dan memberikan keuntungan yang sangat besar bagi Nullsoft.

 

Winamp menjadi pemutar musik terpopuler kala itu karena tampilannya yang ramah bagi pengguna atau user friendly. Selain itu, aplikasi ini menyediakan berbagai macam skin untuk modifikasi tampilan sesuai dengan keinginan penggunanya.

 

Namun popularitas Winamp menurun mulai tahun 2000an. Hal ini terjadi lantaran kurangnya pembaruan dari pengembang sehingga Winamp kalah bersaing dengan aplikasi streaming musik, seperti JOOX dan Spotify. Hingga akhirnya Winamp resmi dimatikan pada tahun 2013. 

 

Pada 2018, pembaruan pertama Winamp dalam beberapa tahun secara resmi diterbitkan oleh Radionomy, yaitu perusahaan yang membeli Winamp pada tahun 2014 silam. Pembaruan tersebut termasuk menambahkan compatibility untuk Windows 10 dan Windows 8.1. Namun, pada Oktober 2018, versi v5.8 yang belum selesai bocor, dan Radionomy memutuskan untuk membuatnya tersedia untuk umum.

 

Setelah bertahun-tahun mati suri, pada Februari 2021 lalu, versi terbaru Winamp dirilis oleh komunitas pengguna Winamp. Komunitas tersebut didirikan oleh mantan programmer Winamp, Darren Owen.

 

Winamp pun telah menyatakan bahwa aplikasi pemutar musik tersebut akan dirilis kembali dengan generasi terbaru. Salah satu buktinya adalah logo terbaru Winamp yang terlihat pada website resminya. Logo ikonic Winamp yang dulu menyerupai petir berwarna oranye kini telah ditinggalkan, berganti dengan logo Winamp generasi baru berupa dua garis vertikal menyerong yang disusun tidak sejajar.

 

Tak hanya logo, Winamp juga akan memperbarui platformnya hingga siap untuk bersaing dengan platform media player lainnya. Kabarnya Winamp nantinya juga akan menyediakan layanan podcast dan radio, di samping mendengarkan musik secara online. Winamp pun tampaknya tidak hanya akan dipasarkan bagi pengguna yang ingin menikmati konten yang ada, tetapi juga bagi artis dan pembuat konten. 

 

Hal ini diungkapkan pada laman resminya. Winamp menyatakan akan memberikan kendali penuh atas konten untuk para content creator, serta menjanjikan penghasilan yang lebih adil. Menurut laporan dari AudioValley, yaitu perusahaan induk dari Winamp dan Shoutcast, Winamp akan menjadi platform satu atap untuk penggemar audio, yang menghubungkan pencipta dan konsumen musik, podcast, stasiun radio, buku audio, dan perangkat lainnya.

 

Rencana pembaruan Winamp juga sebetulnya sudah ada sejak tahun 2018. Ketika itu, CEO Radionomy, Alexandre Sanoundjian mengatakan bahwa Winamp dengan format baru akan dirilis pada 2019. Rencananya Winamp akan diubah menjadi aplikasi pemutar musik all-in-one yang dapat dipasang pada PC maupun smartphone. 

 

Perusahaan tampaknya berniat memanfaatkan koneksi nostalgia dari pengguna Winamp di seluruh dunia. Tentunya rencana menghidupkan kembali Winamp sangat dinanti oleh banyak orang, mengingat betapa populernya aplikasi ini beberapa tahun lalu. 

 

Hingga saat ini, belum ada jadwal resmi kapan Winamp akan dirilis kembali. Belum diketahui pula format seperti apa yang akan diadopsi oleh aplikasi tersebut. Namun melalui laman resminya, Winamp sudah mengundang para pengguna untuk mengunduh aplikasi tersebut dan menjadi beta tester.

Facebook Resmi Ganti Nama, Mark Zuckerberg Resmi Ganti Jabatan

Beberapa waktu yang lalu dunia internet dihebohkan dengan pengumuman Facebook Inc. yang berganti nama menjadi Meta Platforms Inc. Nama baru Meta diperkenalkan pada acara Facebook Connect di AS pada 28 Oktober yang lalu.

Meta menjadi nama baru perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, Whatsapp, dan lainnya. Founder dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mengungkapkan nama Meta ini diambil dari “metaverse”. Nama baru ini diambil agar sejalan dengan visi Facebook, yaitu menjadi perusahaan “metaverse” yang tanpa batas.

Jabatan Mark Zuckerberg Resmi Ganti

Setelah nama Facebook resmi diganti menjadi Meta, Mark Zuckerberg pun mengganti jabatan pada akun Facebook miliknya dari CEO Facebook menjadi CEO Meta. Posisi jabatannya masih sama, hanya nama perusahaannya saja yang berbeda. Hal ini diungkapkan oleh Mark Zuckerberg yang menyatakan bahwa struktur jabatan dalam perusahaan tidak ada yang berubah, hanya nama perusahaannya saja yang diganti.

Tak hanya nama, logo perusahaan pun terlihat diganti. Logo Meta Platforms Inc. saat ini adalah lambang yang menyerupai simbol infinite yang artinya tak terbatas, dengan warna biru khas Facebook.

Zuckerberg Umumkan Alasan Facebook Ganti Nama

Saat mendengar kata Facebook, hal yang terlintas adalah suatu platform sosial media. Saat didirikan 17 tahun yang lalu, Facebook memang adalah sebuah platform sosial media. Perusahaan yang menaungi platform Facebook ini bernama Facebook Inc. Pada perkembangannya, Facebook Inc. juga telah mengakuisisi beberapa platform lainnya, seperti Instagram dan Whatsapp.

Mark Zuckerberg ingin menghilangkan kesan platform jejaring sosial pada perusahaan ini. Zuckerberg mengungkapkan bahwa sebenarnya perusahaannya adalah perusahaan teknologi, bukan perusahaan sosial media.

Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa nama Facebook tidak akan dapat mewakili semua hal yang dilakukan perusahaan, apalagi pada perkembangannya di masa mendatang. Karena itu, Facebook mengganti namanya dengan yang lebih sesuai dengan visi yang sedang diupayakan perusahaan untuk masa depan.

Zuckerberg mengungkapkan bahwa Metaverse akan mewakili platform di masa depan yang juga akan memberikan pengalaman sosial.

Zuckerberg juga umumkan upaya perusahaannya untuk berkembang, diantaranya dengan melakukan ekspansi di Uni Eropa yang akan membuka 10.000 pekerjaan baru dalam lima tahun ke depan.

Pergantian nama ini juga sebenarnya telah dilakukan perusahaan teknologi raksasa lainnya, Google, beberapa tahun yang lalu. Saat itu Google mengubah nama perusahaan menjadi Alphabet sebagai perusahaan induk yang menaungi Google dan brand-brand lainnya.

Apa Arti Metaverse?

Kata metaverse sendiri merupakan kosakata baru yang belum ada di kamus. Kata metaverse sendiri baru-baru ini memang sering digaungkan oleh Facebook, yang memiliki arti gabungan antara dunia nyata dan virtual yang tanpa batas.

Meskipun belum ada arti yang pasti, istilah metaverse sering digunakan untuk mengungkapkan dunia virtual yang diselaraskan dengan dunia nyata untuk bermain game hingga untuk bekerja. Kata metaverse juga erat kaitannya dengan penggunaan perangkat virtual reality.

Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa metaverse bisa menjadi masa depan internet, dimana pengguna internet tidak hanya terbatas pada interaksi dua dimensi saja. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan Meta selanjutnya akan menitikberatkan pada interaksi dengan platform tiga dimensi dengan dukungan virtual reality.

Hal ini berbeda dengan platform sosial media Facebook, yang hanya memberikan pengalaman interaksi dua dimensi bagi para penggunanya. Sebenarnya saat masih bernama Facebook Inc., perusahaan ini juga telah menggunakan komunikasi berbasis VR untuk keperluan kerja dengan ruang kerja berbasis VR yang bernama Horizon Workrooms.

 

Google Luncurkan Android 12L, Apa Saja Fiturnya?

Baru saja merilis Android 12 minggu lalu, Google mengumumkan akan meluncurkan turunannya, yaitu Android 12L. Huruf L di sini adalah singkatan dari “large” yang menunjukkan sistem baru ini dikhususkan untuk perangkat dengan layar lebar seperti tablet, ponsel lipat, dan laptop dengan Chrome OS.

Menurut Android Developers dalam akun Twitternya, Android 12L diperuntukkan bagi perangkat layar lebar dengan ukuran di atas 600 dp seperti tablet, ponsel lipat, dan perangkat yang menggunakan Material You.

Google menyatakan bahwa Android 12L merupakan pembaruan untuk perangkat layar lebar yang dimaksudkan untuk mengoptimal tampilan antarmuka dan fitur multi tasking.

Android 12L akan rilis tahun depan

Google mengumumkan bahwa Android 12L akan tersedia di awal tahun depan, sebagai “generasi baru Android 12 untuk tablet dan ponsel lipat”. Tahun depan Android 12L ini akan muncul sebagai pembaruan perangkat, namun opsi pembaruan ini tidak akan terlihat di ponsel biasa.

Google juga menyatakan latar belakang peluncuran Android 12L ini. Sistem Android khusus untuk layar besar ini diluncurkan karena pertumbuhan pemakaian sistem Android yang sangat pesat pada perangkat tablet, ponsel lipat, dan laptop dengan Chrome OS. Saat ini, pengguna Android pada layar lebar seperti tablet, ponsel lipat, dan Chromebook mencapai 250 juta. Di tahun 2020 saja, Google mencatat tak kurang dari 100 juta aktivasi tablet Android. Pertumbuhan pemakaian tablet Android di tahun lalu tercatat mencapai 20%. 

Dalam 2 tahun ini, pengguna ponsel lipat dan Chromebook juga semakin meningkat. Karena itu Google melihat kebutuhan adanya pembaruan sistem baru yang dikhususkan untuk pengguna Android dalam layar besar untuk lebih mengoptimalkan fiturnya yang akan memberikan pengalaman terbaik pengguna Android di tablet dan layar besar lainnya.

Pembaruan tampilan antarmuka

Salah satu fitur utama Android 12L adalah adanya pembaruan tampilan antarmuka atau UI. Pembaruan tampilan antarmuka ini mencakup perubahan tampilan notifikasi, quick setting, home screen, panel aplikasi yang sedang berjalan, dan sebagainya.

Pada Android 12L, tampilan antarmuka akan disesuaikan dengan layout layar lebar dengan menghadirkan dua kolom. Pada Android 12L ini juga terdapat pembaruan pada sistem aplikasi.

Menyempurnakan multitasking

Fitur utama selanjutnya adalah adanya penyesuaian multitasking. Pada Android 12L terdapat taskbar baru sehingga pengguna dapat berpindah dari aplikasi yang satu ke yang lainnya dengan lebih mudah. Tampilan beberapa taskbar sekaligus ini mirip dengan tampilan iPadOS. 

Android 12L juga memiliki fitur split screen untuk semua aplikasi. Dengan adanya taskbar yang terpisah, untuk mengaktifkan split screen menjadi lebih mudah, cukup dengan melakukan drag and drop aplikasi dari taskbar.

Agar para pengguna Android layar besar dapat merasakan pembaruan di Android 12L ini, Google meminta para developer aplikasi untuk melakukan pembaruan aplikasinya, diantaranya dengan menyediakan 3 jenis tampilan antarmuka, yaitu tampilan kecil untuk ponsel Android, tampilan sedang untuk tablet berukuran kecil dan ponsel lipat, dan tampilan besar untuk tablet pada posisi landscape dan laptop dengan Chrome OS.

Perangkat apa saja yang kompatibel Android 12L?

Android 12L nantinya akan dapat digunakan oleh perangkat berlayar besar seperti tablet, laptop dengan Chrome OS, dan ponsel lipat.

Baru-baru ini Samsung mengatakan bahwa lini Samsung yang kompatibel dengan Android 12L adalah Samsung Z Fold dan Samsung Galaxy Tab. Sementara itu Lenovo mengatakan Android 12L akan tersedia pada Lenovo Tab P12 Pro.

Oppo Watch Free: Smartwatch Keren Rp. 1 Jutaan

Bulan ini Oppo baru saja merilis lini smartwatch terbaru, yaitu Oppo Watch Free. Kabarnya smartwatch ini bukan hanya keren dan kaya fitur, tetapi juga memiliki harga yang cukup terjangkau.

 

Nyaman dipakai bahkan saat tidur

 

Untuk desain, Oppo Watch Free memiliki bentuk kotak dengan tali karet atau rubber band. Rubber band Oppo Watch Free terbuat dari bahan silikon yang sangat ringan, dan memiliki tekstur kulit pada permukaannya, sehingga lebih nyaman saat dipakai.

Salah satu yang diunggulkan dari desainnya yaitu bobotnya yang super ringan sehingga tetap nyaman digunakan seharian termasuk saat tidur. Smartwatch ini memang dianjurkan tetap digunakan saat tidur, karena memiliki fitur sleep tracking untuk memonitor kebiasaan tidur Anda.

 

Desain layar dan baterai

 

Smartwatch Oppo Watch Free layar AMOLED yang cukup lebar, 1,64 inci, dengan resolusi 280 x 456 dan kerapatan piksel 326 PPI. Standar warna yang dimiliki adalah DCI-P3. Layar yang berbentuk persegi panjang ini memiliki frame yang terbuat dari bahan polikarbonat dan serat. Bagian bawah layar memiliki lapisan dari bahan plastik nylon (PA) dan serat.

Oppo Watch Free memiliki baterai dengan kapasitas 230 mAh yang diklaim dapat aktif untuk melacak kebugaran hingga 14 hari. Baterai telah memiliki fitur fast charging. Hanya dengan mengisi daya 5 menit saja, smartwatch ini dapat bertahan untuk dipakai seharian.

 

Fitur unggulan: eSports

 

Salah satu fitur yang diunggulkan pada Oppo Watch Free adalah fitur eSports yang dapat memudahkan kendali smartphone saat sedang berolahraga. Fitur eSports akan menghubungkan smartwatch ini dengan ponsel Anda. Semua notifikasi yang diterima ponsel akan dapat terlihat juga di smartwatch secara otomatis.

Namun untuk saat ini, fitur eSports hanya dapat digunakan pada model ponsel Oppo tertentu saja, seperti seri Oppo FInd X3 dan seri Reno 6. Oppo memastikan bahwa di kemudian hari akan lebih banyak model smartphone yang dapat menggunakan fitur ini.

 

Fitur pelacak kebugaran

 

Salah satu fungsi utama memakai smartwatch adalah untuk melacak kebugaran atau kesehatan. Oppo Watch Free memiliki ragam fitur yang cukup lengkap untuk fungsi ini. Pertama, smartwatch ini memiliki fitur pelacak detak jantung. Oppo Watch Free dapat menampilkan hingga 5 pengukuran detak jantung secara real time. Fitur ini juga akan memberikan notifikasi atau peringatan saat detak jantung kita terlalu lambat atau terlalu cepat.

Sebagai pelacak kebugaran, Oppo Watch Free dilengkapi dengan beberapa sensor yang dapat melacak dan merekam lebih dari 100 mode olahraga, diantaranya bola voli, bulu tangkis, memanah, ski, dan sebagainya. Namun hanya ada 4  mode olahraga yang dapat dilacak secara otomatis dengan smartwatch ini, yaitu berjalan, berlari, mendayung, dan ellips. 

Untuk olahraga lari, Oppo Watch Free memiliki fitur trainer virtual yang akan membantu Anda dalam olahraga ini.

 

Fitur sleep tracker

 

Salah satu fitur yang tak kalah pentingnya adalah sleep tracker atau pelacak tidur. Tentu saja untuk mengaktifkan fitur ini, smartwatch ini harus dipakai saat tidur. Dengan fitur ini, Anda dapat memantau kualitas tidur dan lamanya waktu tidur. Fitur ini juga dapat mendeteksi dengkuran saat pengguna tidur.

 

Fitur-fitur lain yang dimiliki Oppo Watch Free adalah tersematnya dukungan NFC, sehingga dapat digunakan untuk pembayaran. Selain dapat digunakan untuk pembayaran WeChat dan Alipay, fitur NFC smartwatch ini juga dapat digunakan untuk melakukan transaksi non tunai lainnya.

Penyebab Baterai Ponsel Cepat Habis Meskipun Tidak Digunakan

Kita memerlukan ponsel kita untuk ‘on’ seharian untuk menunjang aktivitas kita. Sayangnya, kadang belum juga sore hari baterai ponsel sudah dalam posisi ‘low battery’. Herannya lagi, kadang meskipun tidak banyak digunakan, baterai ponsel tetap saja tetap habis. Mengapa bisa demikian?

Mungkin saat Anda lupa mencharge ponsel di malam hari, maka kehabisan baterai ponsel di siang hari adalah hal yang wajar. Namun pernahkan Anda mengalami, ponsel yang baterainya terisi penuh di pagi hari, dan tidak digunakan sepanjang hari, tetapi tiba-tiba baterainya habis atau berkurang banyak?

Nah, ternyata meskipun saat tidak digunakan, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan baterai ponsel kita terkuras habis. Ini dia beberapa hal tersebut.

  • Aplikasi yang bekerja dalam background

Tanpa kita sadari, meskipun saat ponsel sedang tidak digunakan, ada beberapa aplikasi yang tetap aktif dan memakan baterai telepon. Aplikasi ini disebut sebagai aplikasi background atau latar belakang, karena tidak tampak digunakan namun sebenarnya aktif.

Contoh aplikasi yang bekerja dalam background misalnya email, sosial media, dan aplikasi pesan instan yang tetap aktif agar dapat memberikan update atau notifikasi pada ponsel Anda. 

Aplikasi lainnya adalah GPS. Jika GPS ponsel Anda dalam keadaan aktif, maka fitur ini akan memakan daya baterai meskipun ponsel tidak digunakan. Karena itu, jika Anda ingin menghemat baterai, sebaiknya matikan aplikasi background dan menyalakannya kembali hanya pada saat dibutuhkan.

  • Berada pada lokasi dengan sinyal yang buruk

Baterai ponsel juga dapat terkuras saat Anda berada di tempat dengan sinyal yang buruk. Saat sinyal buruk, ponsel Anda akan otomatis mencari jaringan atau sinyal. Aktivitas ini akan menguras baterai ponsel Anda.

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya aktifkan mode pesawat saat berada di daerah dengan sinyal yang buruk. Anda dapat mengaktifkan ponsel Anda kembali saat berada pada tempat dengan sinyal yang lebih baik.

  • Memiliki aplikasi yang banyak memakan daya baterai

Agar baterai ponsel lebih hemat, sebaiknya Anda tidak terlalu banyak memasang aplikasi. Beberapa aplikasi memiliki fitur yang akan menguras baterai Anda meskipun sedang tidak digunakan. 

Karena itu, sebaiknya pilihlah hanya aplikasi yang dibutuhkan saja untuk diinstal pada ponsel, tidak perlu memasang aplikasi terlalu banyak.

Cobalah untuk mengecek aplikasi apa saja yang memakan baterai paling banyak dari menu setting. Jika aplikasi tersebut tidak begitu diperlukan, sebaiknya aplikasi tersebut diuninstal saja untuk lebih menghemat baterai.

  • Kualitas baterai menurun

Penyebab lain dari baterai ponsel yang cepat habis meskipun tidak digunakan adalah kualitas baterai yang kurang baik. Pada ponsel terbaik sekalipun, kualitas baterai dapat menurun seiring berjalannya waktu.

Salah satu hal yang dapat menurunkan kualitas baterai adalah aktivitas charging. Saat Anda mencharge baterai ponsel, masa hidup baterai ponsel semakin berkurang.

Apalagi jika Anda mencharge ponsel terlalu lama. Saat baterai ponsel sudah mencapai 100% namun charger masih tersambung, hal ini akan menurunkan kualitas baterai ponsel. Jika terjadi berkali-kali dalam waktu yang lama, hal ini akan menyebabkan baterai ponsel cepat habis meskipun ponsel tidak digunakan.

Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan baterai ponsel Anda terkuras, meskipun ponsel sedang tidak digunakan. Tentunya hal ini cukup mengganggu, apalagi jika Anda memerlukan ponsel di saat-saat penting, tetapi ponsel tidak dapat digunakan karena baterainya terkuras habis.

Apakah Aman Membawa Powerbank di Pesawat?

Powerbank merupakan perangkat yang sangat berguna untuk dibawa saat bepergian. Dengan membawa powerbank, kita tak perlu takut akan kehabisan baterai ponsel saat berada jauh dari rumah atau jauh dari fasilitas untuk mengisi daya baterai ponsel.

Memiliki ponsel dengan baterai yang selalu terisi penuh tentunya akan sangat berguna saat bepergian. Selain untuk menunjang komunikasi, kita juga tak perlu was-was atau takut baterai akan habis saat mengambil puluhan foto atau merekam video saat bepergian.

Namun, pernahkah Anda khawatir untuk membawa powerbank saat bepergian dengan pesawat? Belum lagi ada peraturan yang melarang powerbank tertentu ke dalam kabin pesawat. Jadi, bagaimana powerbank yang aman untuk dibawa ke dalam pesawat?

  • Amati kapasitas powerbank

International Air Transport Association (IATA) telah menetapkan bahwa penumpang pesawat dapat membawa powerbank dengan kapasitas di bawah 100 Wh (watt hour) ke dalam kabin pesawat. Sementara itu powerbank dengan kapasitas 100 Wh sampai 160 Wh akan memerlukan persetujuan dari pihak maskapai terlebih dahulu untuk dapat dibawa ke dalam kabin pesawat. Dan powerbank dengan kapasitas di atas 160 Wh tidak diperkenankan untuk dibawa ke dalam pesawat.

  • Cara menghitung kapasitas powerbank dalam watt hour

Peraturan yang diikuti oleh semua maskapai penerbangan ini menggunakan batas kapasitas powerbank dalam satuan watt hour. Padahal, kapasitas yang biasa kita amati dalam powerbank biasanya dalam satuan mAh atau miliampere hour, yaitu keluaran arus baterai powerbank dalam 1 jam. Lalu bagaimana cara mengetahui kapasitas powerbank dalam Wh?

Satuan Wh menyatakan energi maksimal yang dapat dikeluarkan oleh powerbank. Untuk mengubah satuan mAh menjadi Wh, kita perlu mengalikan kapasitas powerbank dalam mAh dengan voltase baterai powerbank yang biasanya tertera pada powerbank tersebut.

Jadi misalnya Anda memiliki powerbank berkapasitas 10.000 mAh, dan pada powerbank tersebut tertera voltase baterainya sebesar 3,85 volt. Maka energi powerbank tersebut adalah 38.500 mWh atau 38,5 Wh. Jadi powerbank ini dapat dibawa ke dalam kabin pesawat.

  • Apakah ada powerbank dengan kapasitas di atas 100 Wh?

Saat Anda memiliki powerbank berkapasitas 10.000 mAh dengan voltase 3,85 volt, mungkin Anda merasa semua powerbank aman karena pada kapasitas ini, energi powerbank jauh di bawah 100 Wh. Namun tidak berarti semua powerbank aman dibawa ke dalam pesawat.

Misalnya powerbank dengan kapasitas di atas 20.000 mAh, sebaiknya hitunglah terlebih dahulu kapasitasnya dalam Wh, apakah masih berada di bawah 100 Wh untuk memastikan tetap aman saat dibawa ke kabin pesawat.

Beberapa powerbank juga ada yang memiliki kapasitas di atas 40.000 mAh. Sehingga saat dihitung kapasitasnya dalam Wh, akan melebihi 100 Wh, namun masih di bawah 160 Wh. Maka untuk membawa powerbank ini ke dalam pesawat, perlu persetujuan dari maskapai terlebih dahulu.

  • Dibawa ke kabin pesawat, bukan ke bagasi check-in

Perlu diperhatikan bahwa powerbank dengan kapasitas berapapun hanya dapat diizinkan untuk dibawa ke kabin pesawat, bukan dimasukkan ke dalam bagasi saat check-in. Mengapa?

Powerbank memiliki baterai lithium ion rechargeable yang rawan terbakar. Pada kapasitas berapapun, pada kondisi tertentu baterai lithium dapat terbakar. Jika powerbank disimpan di dalam bagasi, saat terjadi hal yang diinginkan, baterai yang terbakar pada powerbank tidak dapat langsung diketahui.

Namun jika baterai terbakar ada di dalam kabin, maka akan langsung dapat dilakukan tindakan yang diperlukan sehingga tidak menimbulkan ancaman yang berbahaya.