Sekda DKI Jakarta Sesalkan Tunggakan Rusun

Sekda DKI Jakarta Sesalkan Tunggakan Rusun

Baru-baru ini banyak diberitakan tentang tunggakan yang terjadi pada penghuni rumah susun. Padahal seperti yang diketahui, memang penghuni rumah susun ini dibebankan biaya 300 ribu perbulannya untuk perawatan dan lainnya, dan harga ini sendiri sudah disubsidi oleh pemerintah DKI Jakarta.

Saefullah yang merupakan Sekretaris Daerah(Sekda) DKI Jakarta pun akhir buka suara mengenai hal ini. Menurut Sekda ini, sebenarnya penghuni Rusun bukanlah tidak mampu untuk membayar sewa Rusun, melainkan sebagaian besar diantara mereka tidak mengeluarkan pengeluaran dengan bijak.

Saefullah sendiri mengatakan hal ini karena telah melakukan survey terlebih dahulu. Sekda ini mengatakan setidaknya 93 persen penghuni Rusun merupakan orang yang masih dalam usia produktif. Lebih lanjut Saefullah menyayangkan kebanyakan penghuni dapat untuk membeli kebutuhan yang tidak terlalu penting seperti halnya rokok. Saefullah mencontohkan, jika penghuni Rusun menghabiskan 22 ribu perhari untuk rokok, dalam sebulan setidaknya mereka mengeluarkan 660 ribu untuk rokok, dan ini sudah melebihi uang yang seharusnya bisa untuk membayar biaya perawatan Rusun.

Karena banyaknya tunggakan dari penghuni Rusun ini, Saefullah mengatakan pemerintah daerah akan melakukan hal persuasif dan menolak untuk menghapus tunggakan ini. Solusi yang ditawarkan oleh pemerintah DKI Jakarta sendiri adalah dengan membayar tunggakan dengan cicilan.

Kepala Bidang Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta, sebelumnya mengatakan jika total tunggakan dari Rusun sudah mencapai 32 Milliar rupiah dan mungkin terus bertambah.

Permasalahan tempat tinggal layak di Jakarta memang tidak mudah untuk diselesaikan. Program Rusun murah ini sendiri merupakan program dari Gubernur sebelumnya yaitu Basuki Purnama yang dilanjutkan oleh Djarot lantaran Ahok sapaan akrab Basuki Purnama harus menekam ditahanan lantaran kasus penistaan agama yang diterpannya.

Halte Transjakarta Kini Tampil Lebih Baik

Halte Transjakarta Kini Tampil Lebih Baik

Halte Transjakarta Kini Tampil Lebih BaikSejak dipelopori oleh Gubernur Jakarta pada zamannya Sutiyoso Bus transportasi Jakarta semakin menunjukkan pelayanan yang lebih baik. Ini dikarenakan sejak berganti kepemimpinan setelahnya seperti Fauzi Bowo, Jokowi, hingga Ahok banyak perubahan yang diciptakan. Perubahan tersebut dibuat agar banyak masyarakat menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi. Selain itu harapannya juga agar kemacetan Jakarta pun dapat berkurang dengan semakin baiknya pelayanan di halte Transjakarta.

Halte Transjakarat sebelumnya menggunakan tiket yang harus dibeli diloket oleh penumpang kemudian baru bisa melewati gate dan masuk busway. Seiring berjalannya waktu sudah mulai digalakan menggunakan uang elektronik yang dipelopori oleh Bank DKI serta beberapa bank swasta nasional yang sudah mendukung penggunaan uang elektronik. Loket pun menyediakan isi ulang saldo untuk busway.

Kini Halte busway masih tetap melayani isi ulang saldo uang elektronik untuk naik bus transjakarta namun dikenakan biaya admin sebesar Rp 2000 saja. Ini dikarenakan hampir setiap rekening yang dimiliki pelanggan bus transjakarta sudah mendukung uang elektronik. Dengan begitu pelanggan dapat mengisi ulang langsung melalui Atm dari rekening yang dimiliki.

Selain dari pelayanan pembelian tiket agar dapat melewati gate busway, untuk keluar halte pun juga harus melakukan taping kartu uang elektronik namun tanpa memotong saldo. Jika sebelumnya tidak harus tapping, dan sekarang harus tapping agar dapat memaksimalkan fungsi kartu elektronik tersebut.

Dari sisi kebersihan pun sudah semakin terjaga mulai dari lantai halte hingga ventlasi udara pun terjaga kebersihannya. Dari sisi Antrian dihalte busway pun sudah semakin berkurang karena armada bus pun ditambah jumlahnya secara berkala. Sehingga sudah jarang terlihat antrian panjang penumpang yang selalu terlihat setiap pagi dihalte busway.

Berbagai perubahan yang dapat terlihat tersebut disebabkan oleh adanya perubahan pengelolaan dimana Transjakarta awalnya dikelola pemerintah, namun saat ini sudah dikelola sepenuhnya oleh swasta. Walaupun memang terdapat pro dan kontra dari sisi internal Transjakarta dan eksternal, pada akhirnya segera mereda karna banyak pengguna jasa bus Transjakarta puas dengan pelayanan yang diberikan.

Dengan kata lain pemerintah daerah Jakarta sudah tidak lagi mengelola Layanan transportasi bus Transjakarta tersebut dengan APBD. Jika sebelumnya dikelola Pemda Jakarta karyawan cukup diperhatikan tunjangan kesejahteraannya namun pelayanan pada pelanggan kurang maksimal, namun saat ini yang terjadi justru sebaliknya. Bahkan hingga detik ini penambahan layanan bus diperbanyak dengan munculnya tambahan koridor dan trayek baru.

Bus Transjakarta Hadir Lebih Nyaman Dan Aman

Bus Transjakarta Hadir Lebih Nyaman Dan Aman

Bus Transjakarta Hadir Lebih Nyaman Dan AmanJika Anda pernah menggunakan layanan transportasi bus Transjakarta sebelumnya mungkin ada yang mengalami ketidaknyamanan saat menggunakan layanan tersebut. Beberapa faktor yang mengganggu kenyamanan pelanggan seperti Air Conditioner yang kurang dingin, Armada bus yang kurang, hingga panjangnya antrian dihalte bus Transjakarta. Akan tetapi beberapa faktor tersebut mulai berkurang bahkan hampir tidak ada hingga saat ini. Banyaknya perubahan yang dilakukan dalam management Transjakarta berdampak positif pada kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan Bus tersebut.
Dengan mengusung Motto “Kini Lebih Baik” Menunjukkan bahwa Bus Transjakarta adalah pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan tersebut menuju tempat rutinitas sehari-hari ataupun tempat rekreasi. Pengelolaan yang semakin baik dalam manajemen menunjukkan bahwa pemimpin Jakarta ingin ada perubahan positif pada lalu lintas di Jakarta khususnya. Pertambahan jumlah penduduk yang semakin bertambah khususnya di Jakarta tida sepenuhnya berasal dari Jakarta saja namun juga dari Banyaknya masyarakat yang merantau dari daerah.

Selain Pertambahan Jumlah penduduk bertambahnya jumlah pengguna kendaraan pribadi juga menjadi tantangan bagi pengelola bus Transjakarta untuk meningkatkan pelayanan. Target pun ditetapkan mulai dari 100,000 penumpang terlayani perhari untuk tahun 2016 dan akhirnya tercapai. Akhirnya tahun 2017 target pun dinaikkan menjadi 300,000 penumpang perhari dapat terlayani. Adanya target tersebut merupakan wujud komitmen manajemen Bus transjakarta untuk melayani penumpangnya lebih baik lagi.

Selain memperhatikan kenyamanan penumpang bus Transjakarta pengelolan pun juga memperhatikan dari sisi keamanannya dengan melengkapi bus menggunakan CCTV. Tidak hanya dibagian dalam saja, pada bagian luar bus pun dilengkapi kamera CCTV agar menghindari perselisihan dengan penumpang lain ketika terjadi kecelakaan. Tidak sampai disitu untuk beberapa halte busway yang jumlah penumpangnya selalu banyak setiap harinya juga disiagakan petugas keamanan yang siap mengawasi dan membantu mentertibkan penumpang bus yang tidak tertib maupun yang memiliki niat untuk melakukan tindakan kriminalitas. Disediakan petugas keamanan tersebut dikarenakan pernah ditemukan kasus pencopetan didalam busway. Disenyalir pelaku pencopetan yang beraksi berpenampilan menyesuaikan diri dengan penumpang yang bekerja. Untuk itulah petugas penjaga pintu bus transjakarta selalu mengingatkan akan barang bawaan yang berharga setiap melihat kondisi penjmpang yang penuh. Umumnya kondisi tersebutlah yang dimanfaatkan oleh oknjm pelaku pencopetan.

Tidak hanya bus berbayar saja, untuk bus gratis dengan stiker bertuliskan dikaca jendelanya “Ayo keliling Jakarta” juga disediakan. Sehingga para wisatawan lokal maupun asing dapat mengenal Indonesia melalui Jakarta tanpa dikenakan tarif. Model bus yang digunakan pun adalah Bus Bertingkat dan sudah dilengkapi dengan Air Conditioner sehingga lebih nyaman.