Cyber Sabili-Kabul: Sedikitnya sembilan pengunjuk rasa anti-AS tewas ditembak mati di provinsi Parwan di Afghanistan selama demonstrasi terhadap penodaan Al-Qur'an oleh pasukan pimpinan Amerika di negara yang sedang dilanda perang ini.
Anehnya, pihak keamanan Afghanistan justru membubarkan demonstran dengan kekerasan dan tidak berbuat apa-apa terhadap tentara AS yang membakar Al-Quran.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah AS dan komandan pasukan pimpinan NATO di Afghanistan meminta maaf pada hari Selasa (21/2) setelah buruh lokal menemukan salinan AL-Quran hangus terbakar ketika mereka mengumpulkan sampah di Bagram, sebuah pangkalan udara utama NATO, mendorong 2.000 orang demonstran turun ke jalan-jalan.
Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta mengeluarkan permintaan maaf atas"perlakuan tidak pantas" terhadap kitab suci umat Islam.
Memasuki hari kedua, lebih dari 1.000 pengunjuk rasa Afghanistan melempari polisi dengan batu pada hari Rabu (22/2), membuat pasukan keamanan melepaskan tembakan di udara.(Reu/Ag)
- 23/02/2012 10:40 - LSM Inggris Bantu Korban Islamofobia
- 23/02/2012 10:28 - Tiga tentara Georgia tewas di Afghanistan
- 22/02/2012 22:37 - Bom Meledak Dekat Perbatasan Pakistan-Afghanistan, 3 Tewas
- 22/02/2012 22:34 - Pembuat Kartun Nabi, Lars Vilks Dilempari Telur di Stockholm
- 22/02/2012 21:53 - Rusia: AS Gunakan Kirgistan Untuk Serang Iran
- 22/02/2012 18:48 - Kurang Gizi, 30.000 Anak Afghanistan Mati Setiap Tahun
- 22/02/2012 14:08 - AS Gunakan Pakistan Untuk Memata-matai Iran
- 22/02/2012 13:57 - Protes Pembakaran Al-Quran di Afghanistan Memasuki Hari Kedua
- 22/02/2012 12:23 - 4000 Tahanan Palestina dipenjara Israel
- 22/02/2012 12:16 - Bentrokan Antar Suku di Libya, Ratusan Orang Tewas




