PADANG – Allah selalu memberikan tanda-tanda dari kekuasaanNya terhadap segala musibah yang menjadi ujian umat manusia. Tujuannya, tidak lain agar hambaNya mau berfikir dan menambah keimanan.Sehari menjelang gempa di Kabupaten Padang Pariaman, banyak masyarakat di di daerah itu yang menyaksikan secara jelas awan bertulis ‘Lafdhul Jalalah’ Allah di atas langit.
“Saya benar-benar melihatnya, Subhanallah. Bahkan beberapa hari sesudah gempa, awan bertuliskan Allah itu muncul kembali,” ujar Rissa Zulvina Rahmah kepada Sabili seorang mahasiswi di Padang yang berkampung di Kabupaten Padang Pariaman dan rumahnya turut roboh dihoyak gempa bumi.
Begitu pula di Padang , fenomena munculnya awan bertuliskan Allah sehari pascagempa membuat heboh masyarakat di Kota Bingkuang itu. Bahkan, hampir seluruh koran lokal turut memberitakannya.
“Saya juga melihatnya, Maha Besar Allah dengan segala kekuasaanNya,” ujar Hasbullah, seorang guru TPA di Tunggul Hitam, Padang .
Tidak itu saja, banyak masyarakat yang melintasi Jalan Kelok Ampek Puluah Ampek di Maninjau, Kabupaten Agam, menyaksikan fenomena yang tidak biasa. Di dinding bukit sisi Danau Maninjau longsoran tanah perbukitan membentuk Leter W, sangat mirip dengan tulisan Allah, sebesar bukit yang longsor itu.
Lokasi longsoran besar pascagempa yang dari jauh berbentuk tulisan Allah berwarna kuning tanah itu persisnya berada di Jorong Pandan, pinggir Danau Maninjau. Longsoran tersebut benar-benar menyerupai rangkaian huruf "alif", "lam", "lam" dan "ha" yang bersambung indah menjadi tulisan Allah (dalam huruf Arab) terlihat sangat jelas dan nyata.
Dan, tulisan Allah di tanah longsoran bukit itu juga terlihat jelas hingga kejauhan sekitar 10 km dari sisi seberang danau seluas 99,5 km persegi itu, pada perbukitan terjal dengan kemiringan hingga 75 derajat.
“Subhanallah, saya benar-benar kagum menyaksikan fenomena alam itu. Tanah pun bertasbih memuji Allah,” ujar Lukman, seorang pengendara yang melintas di Jalan Kelok Ampek Puluah Ampek, menuju Lubuk Basung, Agam.
Bahkan, banyak masyarakat yang menjadikan tontonan dan perbincangan. “Tanda itu harus benar-benar kita yakini bahwa semuanya sudah kehendak Allah, agar keimanan kita semakin bertambah,” kata Lukman lagi.
Di bawah perbukitan bertuliskan kata Allah itu, terdapat sejumlah kampung yang dilanda longsor dan kini ditinggal 1.000 warga lebih yang penghuninya mengungsi ke lokasi lain yang lebih aman.
Di samping itu, pasca gempa banyak dinding perbukitan di sisi Danau Maninjau yang rusak dan runtuh dibawa longsor sehingga mengurangi keindahan objek wisata andalan Kabupaten Agam itu. (Muhammad Subhan, Padang )
Berita Terbaru:
- 08/11/2009 07:12 - Anak Jalanan: Antara Kerja Dan Sekolah
- 03/11/2009 01:24 - AJI Jakarta Minta Dewan Pers Tegur Kapolri
- 02/11/2009 01:40 - Partai Islam Malaysia Anjurkan Pria Nikahi Janda
- 29/10/2009 07:36 - Korban Gempa Buncah, Orang Asing Sebarkan Injil di Padang Pariaman
- 29/10/2009 07:18 - Ormas Islam: Bantuan Kemanusiaan Yes, Pemurtadan No!
Berita Sebelumnya:
- 29/10/2009 04:37 - Kontroversi Soal Bantuan Israel
- 29/10/2009 04:17 - Kemampuan Membaca Anak Indonesia Masih Rendah
- 29/10/2009 03:12 - Marak Bisnis Pornografi Anak
- 29/10/2009 02:38 - Misi Licik Penginjil Siluman
- 28/10/2009 13:20 - Hukum Rajam di Aceh akan ditinjau Lagi




