Padang – Banyak pihak menyesalkan sikap Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menerima bantuan obat-obatan Israel untuk korban gempa Sumatera Barat. Tak kecuali Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar juga sejumlah ormas Islam lainnya di Ranah Minang itu.Meski alasan menerima bantuan Israel didasari sikap kemanusiaan terhadap korban gempa yang membutuhkan bantuan obat-obatan, namun menurut Ketua MUI Sumbar Komisi Fatwa Buya H. Gusrizal Ghazar, Lc, M.Ag, tidak dapat dibenarkan lantaran sampai detik ini Israel masih melakukan aksi brutal membunuh rakyat Palestina dan merebut tanah yang menjadi hak mereka.
“Tidak bisa kita benarkan itu walaupun alasannya untuk kemanusiaan, kejahatan Yahudi Israel terhadap Palestina tidak dapat kita maafkan,” kata Gusrizal Ghazahar ketika hubungi Sabili via telepon genggamnya, kemarin.
Sikap PB HMI tersebut dianggap telah membuka hubungan kerjasama muslim Indonesia dengan pihak Israel . Seharusnya, sebagai aksi protes terhadap kejahatan Israel HMI tidak menerima bantuan apapun dari Israel .
“Kita harus punya sikap bersama terhadap Israel agar mereka memahami bahwa muslim Indonesia marah terhadap segala bentuk aksi mereka terhadap bumi Palestina,” tegasnya.
Protes juga datang dari Forum Umat Islam (Formis) Sumatera Barat terkait bantuan obat-obatan Israel untuk korban gempa Sumbar yang telah disalurkan HMI ke RSUD Pariaman pekan lalu. Meski alasan HMI bantuan itu berasal dari masyarakat Israel , bukan pemerintahnya, namun menurut Sekjen Formis Sumbar Ustadz Ibnu Aqil D Gani, hal itu telah melukai hati umat Islam Indonesia .
“Bagaimana kita tahu kalau itu benar-benar bantuan masyarakatnya? Apa itu bukan dalih Israel saja?” tanya Ibnu Aqil.
Baik MUI, Formis serta ormas Islam lainnya di Sumbar sejak gempa 30 September lalu telah menurunkan ratusan dai/mubaligh ke daerah-daerah yang berdampak gempa cukup parah, termasuk Padang Pariaman. Selain melakukan dakwah sebagai upaya memulihkan mental masyarakat korban gempa, dai/muballigh juga menyalurkan bantuan sembako, tenda, termasuk obat-obatan yang digalang dari seluruh masyarakat muslim yang ada di Indonesia.
“Sebenarnya, muslim Indonesia sendiri mampu memberikan bantuan untuk saudara mereka di Sumbar, lalu kenapa menerima bantuan dari Yahudi Israel ?” tanya Ustadz Ibnu Aqil.
Ketua Umum HMI Pariaman Halimatussa’dyah yang dikonfirmasi Sabili via telepon genggamnya, mengaku tidak tahu menahu soal bantuan itu. Dirinya dan pengurus HMI Pariaman hanya mendampingi saja, dan Badko HMI Sumbar baru mengkonfirmasi pihaknya setelah bantuan obat-obatan itu diserahkan ke RSUD Pariaman.
“Sebaiknya hubungi Badko HMI Sumbar di Padang, soal itu saya tidak banyak tahu,” ujar Halimatussa’dyah.
Ketua Badko HMI Sumbar Epaldi Bahar yang dihubungi Sabili mengklarifikasi polemik yang terjadi di tengah masyarakat Sumbar terkait bantuan obat-obatan dari Israel tersebut. Dia mengatakan, bahwa bantuan itu murni dari pelajar dan mahasiswa Israel yang berada di Canada dan Singapore .
“Jadi bukan dari Israel langsung, melainkan dari pelajar dan pemuda Israel yang ada di Canada dan Singapore ,” jelasnya.
Kronologis bantuan itu, ungkap Epaldi, ketika PB HMI mengetahui musibah gempa bumi di Sumbar, HMI menggalang bantuan internasional yang diumumkan melalui situs resmi HMI. Salah satu pihak yang meresponnya adalah pelajar dan pemuda Israel yang ada di Canada dan Singapore .
“Atas tawaran bantuan itu, PB HMI mengkajinya secara mendalam mengingat persoalan Israel-Palestina belum usai. Setelah dipertimbangkan secara matang dan atas dasar kemanusiaan, akhirnya PB HMI memutuskan menerima bantuan itu,” katanya.
Semua bantuan itu, jelas Epaldi, tidak disalurkan langsung oleh pelajar/pemuda Israel melainkan PB HMI yang mengurusnya, mulai dari administrasi bandara, bea cukai, hingga dibawa ke BPOM untuk diperiksa. Hasil penelitian BPOM obat tersebut layak pakai.
“Total bantuan itu senilai US$ 500.000 dengan jumlah 19 dus obat-obatan dan telah kami serahkan ke RSUD Pariaman yang memang kekurangan obat-obatan,” ujar Epaldi.
Menurut Epaldi, sikap HMI secara nasional tetap mengutuk aksi tentara Israel terhadap bumi Palestina bahkan diwujudkan dengan aksi turun ke jalan oleh seluruh aktivis HMI se Indonesia .
“Secara kemanusiaan HMI mengutuk aksi Israel terhadap Paletina, dan secara kemanusiaan pula terhadap korban gempa Sumbar, kami menerima bantuan dari pelajar dan pemuda Israel di Canada dan Singapura itu,” ujar Epaldi.
Dia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak memperbesar persoalan itu karena dikuatirkan dapat memecah persatuan umat Islam. Secara tegas dia mengatakan, HMI tetap mengutuk dan mengecam keras genosida tentara Israel terhadap Palestina.
“Dan, ketika menerima bantuan pemuda Israel itu, HMI tidak menekan kontrak apapun, tidak ada komitmen selain misi kemanusiaan,” tegasnya. (Muhammad Subhan, Padang )
Berita Terbaru:
- 03/11/2009 01:24 - AJI Jakarta Minta Dewan Pers Tegur Kapolri
- 02/11/2009 01:40 - Partai Islam Malaysia Anjurkan Pria Nikahi Janda
- 29/10/2009 07:36 - Korban Gempa Buncah, Orang Asing Sebarkan Injil di Padang Pariaman
- 29/10/2009 07:18 - Ormas Islam: Bantuan Kemanusiaan Yes, Pemurtadan No!
- 29/10/2009 04:57 - Lafdhul Jalalah Terlukis di Dinding Bukit Maninjau
Berita Sebelumnya:
- 29/10/2009 04:17 - Kemampuan Membaca Anak Indonesia Masih Rendah
- 29/10/2009 03:12 - Marak Bisnis Pornografi Anak
- 29/10/2009 02:38 - Misi Licik Penginjil Siluman
- 28/10/2009 13:20 - Hukum Rajam di Aceh akan ditinjau Lagi
- 28/10/2009 12:44 - Soal Ujian Mak Erot, DPR Segera Panggil Mendiknas




