Wednesday
Sep 08th
Tampilan
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita Internasional Setelah di Demo Israel Ubah Strategi

Setelah di Demo Israel Ubah Strategi

E-mail Cetak PDF

Rezim zionis Israel terpaksa mengubah jalur pembangunan tembok pemisah rasialis dari sebuah perkampungan Palestina setelah ditentang aksi unjuk rasa luas.

Kementerian Perang Rezim Zionis Israel dalam keterangannya menyatakan, menyusul tekanan aksi unjuk rasa mingguan warga Palestina desa Bil'in bersama kalangan aktifis perdamaian dari luar negeri, maka Israel akan mengubah jalur pembangunan tembok pemisah di desa tersebut.

Menurut keterangan para pejabat rezim zionis, dengan adanya perubahan jalur tersebut maka warga desa Bal'in berpeluang untuk memperoleh kembali sebagian tanah mereka yang disita untuk keperluan pembangunan tembok pemisah. Pasca munculnya gelombang baru intifadhah pada tahun 2000, rezim zionis Israel membangun tembok pemisah sepanjang 700 km di sekeliling wilayah Palestina di Tepi Barat. Rezim Zionis mengklaim tembok pemisah itu dibangun demi alasan keamanan, namun warga Palestina menilainya sebagai aksi Israel untuk menduduki wilayah Palestina yang lain.

Sedikitnya sebelas mahasiswa Universitas California ditangkap dengan tudingan berupaya menghentikan pidato Duta Besar Rezim Zionis Israel untuk AS, Michael Oren. Press TV memberitakan, Michael Oren yang diundang sebuah organisasi Yahudi Jewish Federation of Orange County untuk berbicara mengenai pandangan rezim zionis terhadap isu Timur Tengah di Univeritas California dihadang protes keras para mahasiswa.

Sembari memotong orasi Dubes Israel untuk AS itu, para mahasiswa juga meneriakkan seruan untuk menghentikan penjajahan rezim zionis di Palestina dan blokade di Jalur Gaza. Mereka meneriakkan yel-yel "Israel penjahat", "Berapa banyak warga Palestina yang kalian bunuh?" dan "Kamu Pembunuh".



Mereaksi protes tersebut, Oren sempat pun sempat menghentikan orasinya dan meninggalkan ruangan. Selang beberap waktu ia melanjutkan kembali orasinya namun diprotes kembali oleh para mahasiswa.

Sebelumnya, Kesatuan Mahasiswa Muslim (MSU) Universitas California merilis statemen yang mengutuk kehadiran dubes rezim zionis di kampus mereka. Dalam statemen itu dinyatakan bahwa Israel yang masih saja melanggar hak asasi manusia dan mengabaikan hukum internasional harus bertanggung jawab atas kejahatan perang dan pembantaian yang dilakukannya dalam perang Gaza.


Komen
Tambah Komen Cari
Tulis Komen..
Nama:
Email:
 
Keterangan:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:

 

Pilihan Bahasa

Arabic English Filipino French Malay Portuguese Russian Spanish

Radio Sabili 1530 AM

Perspektif Herry Nurdi

 

Usaha Meraih Derajat Sempurna dalam Ramadhan

Berada di bulan mulia, memanfaatkan secara maksimal dan meraih keutamaannya adalah kerinduan orang-o...

Resensi Buku

Perjuangan Muslim Patani
article thumbnailMembicarakan penindasan yang dialami oleh kaum Muslimin, kita selalu mengingat negeri-negeri yang...

Login

  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Pengunjung Online

    Kami memiliki 105 Tamu online

    Wawancara Terkini

     

    SBY Ditunggu Di Gaza

    SBY Ditunggu Di Gaza Bagi Indonesia, masalah Palestina adalah utang sejarah yang be...

     

    Jadikan al-Qur’an Standarnya

    “Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya,” (Riwaya...

    Lintas Dunia

     

    Tantangan Puasa di Alaska

    Muslim di Alaska melakukan sholat tarawih pada saat matahari masih bersinar terang, karena...

     

    Fast-a-thon, Program Belajar Puasa untuk Non-Muslim Amerika

    Fast-a-thon pertama kali diselenggarakan Asosiasi Pelajar Muslim University of Tennessee t...