Rezim zionis Israel terpaksa mengubah jalur pembangunan tembok pemisah rasialis dari sebuah perkampungan Palestina setelah ditentang aksi unjuk rasa luas.
Kementerian Perang Rezim Zionis Israel dalam keterangannya menyatakan, menyusul tekanan aksi unjuk rasa mingguan warga Palestina desa Bil'in bersama kalangan aktifis perdamaian dari luar negeri, maka Israel akan mengubah jalur pembangunan tembok pemisah di desa tersebut.
Menurut keterangan para pejabat rezim zionis, dengan adanya perubahan jalur tersebut maka warga desa Bal'in berpeluang untuk memperoleh kembali sebagian tanah mereka yang disita untuk keperluan pembangunan tembok pemisah.
Pasca munculnya gelombang baru intifadhah pada tahun 2000, rezim zionis Israel membangun tembok pemisah sepanjang 700 km di sekeliling wilayah Palestina di Tepi Barat. Rezim Zionis mengklaim tembok pemisah itu dibangun demi alasan keamanan, namun warga Palestina menilainya sebagai aksi Israel untuk menduduki wilayah Palestina yang lain.
Sedikitnya sebelas mahasiswa Universitas California ditangkap dengan tudingan berupaya menghentikan pidato Duta Besar Rezim Zionis Israel untuk AS, Michael Oren. Press TV memberitakan, Michael Oren yang diundang sebuah organisasi Yahudi Jewish Federation of Orange County untuk berbicara mengenai pandangan rezim zionis terhadap isu Timur Tengah di Univeritas California dihadang protes keras para mahasiswa.
Sembari memotong orasi Dubes Israel untuk AS itu, para mahasiswa juga meneriakkan seruan untuk menghentikan penjajahan rezim zionis di Palestina dan blokade di Jalur Gaza. Mereka meneriakkan yel-yel "Israel penjahat", "Berapa banyak warga Palestina yang kalian bunuh?" dan "Kamu Pembunuh".
Mereaksi protes tersebut, Oren sempat pun sempat menghentikan orasinya dan meninggalkan ruangan. Selang beberap waktu ia melanjutkan kembali orasinya namun diprotes kembali oleh para mahasiswa.
Sebelumnya, Kesatuan Mahasiswa Muslim (MSU) Universitas California merilis statemen yang mengutuk kehadiran dubes rezim zionis di kampus mereka. Dalam statemen itu dinyatakan bahwa Israel yang masih saja melanggar hak asasi manusia dan mengabaikan hukum internasional harus bertanggung jawab atas kejahatan perang dan pembantaian yang dilakukannya dalam perang Gaza.
- 16/02/2010 01:33 - Erdogan Galang Kekuatan Arab
- 13/02/2010 08:59 - Lagi, Tentara AS Tembaki Warga Sipil Irak
- 13/02/2010 08:52 - Upaya AS Sewa Blackwater Lancarkan Aksi di Pakistan
- 12/02/2010 18:12 - Pos Pertahanan Afghanistan di Guncang Ledakan
- 12/02/2010 06:16 - Ulama Palestina Kecam Pembangunan Musiem di Makam Kaum Muslimin
- 11/02/2010 06:27 - Tahanan Salafi di Mauritania Meninggalkan Al-Qaeda
- 11/02/2010 02:07 - Warga Palestina Tikam Tentara Israel Hingga Tewas
- 11/02/2010 01:57 - Aparat Palestina Tangkap Anggota al Qaidah
- 11/02/2010 01:25 - Imam Masjid Riyadh Tuntut Toko Shisa Tutup
- 10/02/2010 11:04 - Keterlibatan Militer Dalam Pembunuhan Massal Di Nigeria





