Dua puluh enam orang anggota Hizbullah yang dituduh merencanakan serangan di Mesir mengaku disiksa di dalam penjara negara Hosni Mubarak itu. Mereka akan diadili pekan ini tuduhan berkomplot untuk membunuh, mata-mata untuk organisasi asing dengan maksud untuk melakukan serangan teroris dan kepemilikan senjata."
Kepada hakim saat dipengadilan mereka menjelaskan bahwa aparat keamanan di penjara menyiksa dengan kejam. "Jika Anda tidak 'percaya kita, lihat saja tubuh kita" ujar terdakwa berteriak pada hakim.
Empat terdakwa dalam pelarian dan sedang diadili secara in absentia, termasuk Mohammed Qublan. Dalam sidang salah seorang berteriak, "Kami berada di bawah perintah Hassan Nasrallah."Mereka bertugas melakukan penyelundupan senjata ke Jalur Gaza. Tapi Mesir yang telah menjadi sekutu Israel dan telah memberikan jaminan keamanan pada negara Zionis ini malah menangkap, menyiksa dan mengadili 26 anggota Hizbullah yang memberikan pembelaan kepada Palestina.
Sejak tahun 2008, aparat berwenang Mesir mulai menahan anggota Hizbullah ini dan menyatukan mereka di dalam sel dengan sebutan Sel Hizbullah. Aparat keamanan Mesir mengatakan bahwa mereka merencanakan serangan terhadap wisatawan Israel dan pada kapal-kapal di Terusan Suez.
- 02/02/2010 06:53 - Hizb al Islam, Larang Video Games di Somalia
- 02/02/2010 02:18 - Perancis Resmi Larang Cadar!
- 02/02/2010 02:06 - Lagi, Bom Guncang Baghdad, 41 Tewas
- 02/02/2010 01:48 - Dua Perwira Tinggi Israel Dikenai Sanksi Ringan
- 01/02/2010 10:40 - Mujahid Chechnya, Emir Abdul-Malik Syahid
- 01/02/2010 06:35 - Hamas akan Layani Israel Berperang di Luar Palestina
- 01/02/2010 06:20 - Hizbullah Siap Tempur Lawan Israel
- 01/02/2010 05:45 - Libya Belanja Senjata di Rusia
- 01/02/2010 05:33 - Taliban Bantah Hakimullah Mahsud Telah Tewas
- 31/01/2010 17:31 - Kegagalan Operasi Mossad Israel





