Perwakilan Taliban di Pakistan, membantah kabar yang menyebutkan pemimpin mereka Hakimullah Mahsud telah tewas dalam serangan udara dan juga telah dimakamkan. Televisi Pakistan kemarin, menyiarkan kabar tentang kematian Hakimullah Mahsud.
Qari Hussein, salah seorang komandan senior Taliban di Pakistan membantah semua kabar yang beredar. ”Tidak ada bukti kongkret yang bisa kita pegang untuk menyatakan Hakimullah Mahsud telah meninggal,” demikian keterangan Qari Hussein dalam video yang dirilisnya kemarin.
Diberitakan, Hakimullah Mahsud tetap hidup dan aman, serta masih melakukan perlawanan. ”Tujuan cerita tentang kematiannya adalah agar tercipta kekalutan di antara pejuang Taliban. Orang yang mengatakan Hakimullah telah meninggal harus emberikan bukti yang kuat. Kami telah menyiapkan dua rekaman audio untuk semua media,” ujr jurubicara Taliban di Pakistan.
Memang ada spekulasi bahwa Hakimullah Mahsud telah meninggal dalam serangan udara yang dilancarkan oleh NATO dan Pakistan. Dan dikabarkan, satu jam setelah serangan tersebut, Hakimullah telah tewas.
Tahun lalu, pada bulan Agustus kabar yang sama juga beredar, bahwa Hakimullah telah tewas dalam serangan tentara Amerika. Tapi nyatanya kabar tersebut tidak benar dan dimunculkan dengan motif untuk meruntuhkan mental para pejuang Taliban. Amerika semakin meningkatkan serangan udaranya, terutama setelah serangan yang menyasar markas CIA di wilayah Khost.
- 01/02/2010 10:40 - Mujahid Chechnya, Emir Abdul-Malik Syahid
- 01/02/2010 07:04 - Mesir Siksa Anggota Hizbullah di Dalam Penjara
- 01/02/2010 06:35 - Hamas akan Layani Israel Berperang di Luar Palestina
- 01/02/2010 06:20 - Hizbullah Siap Tempur Lawan Israel
- 01/02/2010 05:45 - Libya Belanja Senjata di Rusia
- 31/01/2010 17:31 - Kegagalan Operasi Mossad Israel
- 30/01/2010 00:59 - Rekonsiliasi Afghanistan, Taliban Belum Buat Keputusan
- 30/01/2010 00:43 - Usamah bin Ladin: Global Warming karena AS
- 30/01/2010 00:16 - Indonesia Dukung Perdamaian di Afghanistan
- 30/01/2010 00:03 - Operasi Rahasia Mossad Bunuh Komandan Senior Hamas di Dubai





