Saturday
Jul 31st
Tampilan
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Berita Internasional Kegagalan Operasi Mossad Israel

Kegagalan Operasi Mossad Israel

E-mail Cetak PDF

Badan Intelejen Israel (Mossad) memliki catatan panjang kegagalan dalam berbagai operasinya di berbagai negara. Masalah ini membuat citra Israel semakin memburuk dan kian terasing di dunia.

Fars mengutip laporan Televisi Al-Jazeera melaporkan, Rabu pekan lalu (27/1) Mossad meneror seorang pejuang Gerakan Perjuangan Islam Palestina (Hamas) dan pendiri Brigade Izzuddin Qassam, sayap militer Hamas, di kota Dubai, Uni Emirat Arab.

Menurut para pengamat politik aksi teror yang dilakukan di wilayah perdagangan bebas Timur Tengah itu selain memiliki dampak buruk di sektor ekonomi, juga akan mengancam hubungan Uni Emirat Arab dengan Israel yang baru saja mulai memulih.

Operasi ini dilakukan pasca berbagai kekalahan operasi Mossad di beberapa negara. Kali ini Mossad berhasil. Terlepas dari sisi kemanusiaan operasi-operasi tersebut, rentetan kegagalan Mossad itu meruntuhkan kepercayaan banyak pihak terhadap kapabilitas lembaga intelejen Israel ini. Mossad dibentuk tahun 1951 dan lembaga ini berperan penting dalam menyulut krisis hubungan antara rezim Zionis dengan negara-negara sekutunya. Dalam rapor kerjanya, Mossad mencatat banyak angka merah dan berikut ini adalah di antara kegagalan besar Mossad:

18 Mei 1965, Eli Cohen, agen Mossad, digantung dihadapan puluhan ribu warga Suriah, lima bulan setelah tertangkap. Ia berhasil menyusup ke jajaran pejabat tinggi Suriah, dan bahkan menjadi teman dekat Presiden Suriah saat itu. Tidak hanya itu, dia juga ditawari jabatan menteri pertahanan.

21 Juli 1973, para agen Mossad membunuh Ahmed Bouchiki, seorang penulis keturunan Maroko. Insiden ini terjadi di tempat wisata musim dingin di Lillehammer, Norwegia. Bouchiki keliru menjadi target Mossad karena ia dianggap Ali Hassan Salameh, salah seorang pemimpin Black September, sebuah kelompok Palestina yang bertanggung jawab dalam insiden Munich massacre. Agen-agen Mossad menggunakan pasport Kanada palsu yang juga menyulut kegeraman pemerintah Kanada. Enam agen Mossad ditangkap. Insiden ini dikenal dengan Lillehammer affair.

Pada bulan Agustus tahun yang sama, ketidakakuratan informasi Mossad membuat Israel menerbangkan pesawat tempurnya membuntuti sebuah pesawat komersial Libya dan memaksanya melakukan pendaratan darurat. Berdasarkan informasi Mossad, Pemimpin Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PLFP), George Habsh, berada dalam pesawat tersebut. Namun setelah pesawat itu periksa mereka tidak menemukan orang tersebut. Peristiwa ini benar-benar membuat masalah besar bagi rezim Zionis Israel.

November 1985, Polisi Federal Amerika (FBI) menangkap seorang warga Amerika-Yahudi, Jonathan Pollard, yang bekerja sebagai insinyur dan analis di Angkatan Laut Amerika dengan tuduhan spionase untuk Israel. Ia menjual berbagai informasi rahasia penting kepada Israel. Pollard dihukum penjara seumur hidup.

April 1991, polisi Cyprus menangkap empat mata-mata Israel saat memasang alat penyadap di Kedutaan Besar Iran di Nicosia, Cyprus. Dua pekan kemudian para agen Mossad tersebut dibebaskan berdasarkan kesepakatan antara Israel dan Cyprus.

Januari 1997, Yehuda Gill, seorang agen Mossad terkenal ditangkap aparat Israel. Ia dituding telah menipu Mossad selama bertahun-tahun dengan menyuplai informasi bohong dari Suriah kepada Mossad. Bahkan akibat aksi Yehuda Gill, Suriah dan Israel dua kali diambang perang. Kasus ini termasuk kasus yang paling memalukan bagi Mossad.

25 September 1997, Mossad menelan kekalahan telak di Amman, Jordania. Dua agen Mossad ditangkap setelah menyemprotkan zat beracun kepada Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Khaled Meshal. Melalui zat beracun itu, dalam jangka beberapa waktu, Meshal akan meninggal dunia secara normal. Insiden ini membuat Malek Husein, Raja Jordani, geram. Padahal Jordania adalah negara Arab yang menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Israel. Lagi-lagi agen Mossad menggunakan paspor Kanada palsu. Oleh sebab itu, muncul konflik antara Kanada dan Jordania. Menyusul insiden tersebut, Israel didesak memberikan penawar racun tersebut dan membebaskan pemimpin Hamas, Syeikh Ahmad Yassin. Sebagai gantinya, dua agen Israel yang seharusnya divonis mati itu diserahkan kepada rezim Zionis.

Februari 1998, sebuah satuan agen Mossad melancarkan operasi khusus di kota Bern, Swiss. Mereka hendak memasang alat penyadap di apartemen seorang warga Lebanon yang memiliki hubungan dengan Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah). Aksi mereka gagal karena terlebih dahulu diketahui polisi. Seorang agen Mossad dibekuk. (Irb)
 

Komen
Tambah Komen Cari
Tulis Komen..
Nama:
Email:
 
Keterangan:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:

 

Pilihan Bahasa

Arabic English Filipino French Malay Portuguese Russian Spanish

Radio Sabili 1530 AM

Perspektif Herry Nurdi

 

Puerto del Suspiro del Moro

Puerto del Suspiro del Moro adalah nama sebuah tempat. Tepatnya sebuah gunung. Tempat ketika rombon...

Resensi Buku

Perjuangan Muslim Patani
article thumbnailMembicarakan penindasan yang dialami oleh kaum Muslimin, kita selalu mengingat negeri-negeri yang...

Login

  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Pengunjung Online

    Kami memiliki 49 Tamu dan 1 Anggota online

    Wawancara Terkini

     

    Kelompok Kecil Militan Selalu Menjadi Pendobrak

    Godaan kekuasaan sangat besar. Akses terhadap harta, tahta dan wanita sangat mudah diperol...

     

    Kita Seperti Elang Mengejar Seekor Bangkai

    Francis Fukuyama berpandangan, pertarungan peradaban akan dimenangkan oleh kapitalisme ...

    Lintas Dunia

     

    Facebook Pecahkan Rekor 500 Juta Pengguna

    Pendiri sekaligus Direktur eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan situs itu mencap...

     

    AS Kecam Dokumen Perang Afghanistan yang Bocor

    Situs Wikileaks hari Minggu memposting sekitar 91 ribu dokumen online, termasuk perincian ...