Presiden Amerika Serikat Serikat Barack Obama , mendesak Israel dan Palestina berkompromi dan melakukan perundingan perdamaian lagi. Obama mengatakan ia masih berusaha membawa kedua pihak ke meja perundingan untuk memulai kembali proses perdamaian yang membeku selama 13 bulan terakhir.
"Kita sedang berusaha mendorong kesanggupan kedua pihak itu untuk berunding dan mulai melakukan perundingan yang serius," kata Obama.
Obama menyalahkan politik dalam negeri kedua pihak di Israel dan wilayah-wilayah Palestina bagi diplomasi perdamaian yang dipaksakan.
Ia mengutip masalah-masalah yang dihadapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menurut presiden itu "membuat beberapa usaha untuk bergerak sedikit lebih jauh ketimbang yang ingin dilakukan koalisinya." Pemerintah Netanyahu yang condong ke kanan termasuk partai-partai yang pro penduduk tetap menentang keras menyerahkan tanah yang diduduki kepada Palestina. Obama mengatakan Presiden Palestina Mahmud Abbas menginginkan perdamaian tetapi harus menghadapi Hamas.
"Kedua pihak harus membuat kompromi-kompromi ," kata Obama. Banyak negara Islam, menuduh Obama, berpihak pada Israel . Obama menjanjikan keterlibatan penuh AS dalam usaha-usaha perdamaian Timur Tengah, sesuatu yang pemerintah Bush hindarkan.
- 31/01/2010 17:31 - Kegagalan Operasi Mossad Israel
- 30/01/2010 00:59 - Rekonsiliasi Afghanistan, Taliban Belum Buat Keputusan
- 30/01/2010 00:43 - Usamah bin Ladin: Global Warming karena AS
- 30/01/2010 00:16 - Indonesia Dukung Perdamaian di Afghanistan
- 30/01/2010 00:03 - Operasi Rahasia Mossad Bunuh Komandan Senior Hamas di Dubai
- 28/01/2010 05:02 - Obama Setujui Operasi Rahasia untuk Yaman
- 28/01/2010 02:31 - Hamas Tidak Lakukan Kejahatan Perang
- 28/01/2010 02:11 - Taliban: Rencana Rekonsiliasi, Tipuan Barat
- 27/01/2010 06:51 - Mantan Penasihat Menlu Inggris: Perang Irak Ilegal
- 27/01/2010 03:21 - NATO Siapkan Operasi Besar untuk Afghanistan





